Workshop Magister Manajemen: Penulisan Artikel Ilmiah dan Publikasi di Jurnal Internasional Bereputasi

Program Studi Manajemen Pascasarjana Universitas Atma Jaya Yogyakarta kembali mengadakan workshop pada Sabtu, 20 Februari 2021. Pada workshop kali ini, Program studi Manajemen mengangkat topik “Penulisan Artikel Ilmiah dan Publikasi di Jurnal Internasional Bereputasi”. Workshop dibuka secara langsung oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) Magister Manajemen UAJY Dr. J. Ellyawati, M.M. Dalam pembukaannya tersebut, Ellyawati mengungkapkan bahwa workshop kali ini bertujuan untuk memberi wawasan kepada seluruh mahasiswa agar termotivasi untuk memiliki publikasi di jurnal nasional bahkan internasional yang bereputasi.

Workshop yang diadakan secara daring melalui platform Zoom tersebut mengundang seorang pembicara yakni Prof. Ir. Suyoto, M.Sc., Ph.D. selaku kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UAJY sekaligus Dosen FTI UAJY serta Agatha Mayasari, S.E., M.Sc. selaku Dosen FBE UAJY dan moderator dalam workshop tersebut. Melalui workshop yang dilangsungkan selama tiga jam tersebut, Suyoto mengungkapkan bahwa saat ini kualifikasi lulusan program magister berdasarkan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) dengan syarat wajib menyelesaikan tesis atau bentuk lain yang setara dan makalah yang diterbitkan di jurnal ilmiah terakreditasi atau diterima untuk diterbitkan di jurnal internasional. Suyoto juga mengungkapkan bahwa sebelum melahirkan banyak publikasi di jurnal nasional dan internasional Ia mengalami banyak kendala seperti revisi, penolakan serta biaya publikasi jurnal yang tidak murah. Namun, Ia berhasil melalui hal tersebut berkat motivasi, usaha serta doa sehingga publikasinya banyak diterbitkan di jurnal nasional dan Internasional bereputasi. Selain itu, melalui workshop ini mahasiswa diajak untuk bekerja secara individu dalam mengidentifikasi abstrak jurnal yang sesuai dengan kriteria jurnal atau publikasi yang baik kemudian mempresentasikannya.

Pada sesi akhir workshop, Suyoto juga berpesan agar mahasiswa tidak kecewa dan patah semangat apabila tulisannya melalui banyak revisi dan ditolak berkali-kali. Hal ini, justru menjadi peluang untuk memperbaiki tulisan sehingga ketika nanti diterbitkan tulisan atau publikasi memiliki bobot dan layak untuk dibaca oleh orang lain.