Kuliah Umum Daring Magister Arsitektur Pascasarjana UAJY “Peran Arsitektur dalam Pembangunan Pemukiman Pasca Bencana”


Program Studi Arsitektur Pascasarjana UAJY telah melaksanakan Kuliah Umum dengan tema “Peran Arsitek dalam Pembangunan Pasca bencana” pada Selasa, 3 November 2020. Materi disampaikan oleh Wijang Wijanarko sebagai Tenaga Ahli RTG dan Infrastruktur Permukiman Tim Bridging CERC Sulteng.


Wijang Wijanarko menjelaskan bahwa bencana alam berpotensi menimbulkan trauma individual dan trauma komunal. Sehingga, kondisi masyarakat pasca bencana menimbulkan sifat apatis, cemburu, dan saling tidak percaya. Tidak hanya itu, masyarakat akan mengalami segresi sosial, serta menguatnya korupsi maupun kolusi. Akan lebih mengerikan apabila trauma ini berkembang menjadi trauma kelompok.


Kondisi selanjutnya juga dialami oleh pemerintah ataupun NGO/Swasta yang sama-sama membangun hunian tetap, sarana dan prasarana dengan target grup yang sama. Berdasarkan teori dari Andersin dan Wondrow (1989) dalam melakukan manajemen bencana khususnya terhadap bantuan darurat, terdapat dua model pendekatan yaitu “konvensional” dan “pemberdayaan”. Kedua pendekatan tersebut dibedakan dari cara melihat beberapa aspek, kondisi korban, taksiran kebutuhan, kecepatan dan ketepatan, fokus yang dibantukan, dan target akhir.


Akan tetapi terdapat beberapa tantangan diantaranya, disaster menjadi titik balik menuju kualitas kehidupan yang lebih baik (windows of opportunity). Kemudian, environtmental and sosial safeguard untuk menjamin penataan kembali menuju kualitas yang lebih baik ataupun tidak sekadar mempertahankan kondisi yang sebelumnya.Lalu, kaitannya dengan rumah penghuninya dibedakan menjadi dua definisi. Dua definisi tersebut diartikan dalam aspek sosial yaitu sebagai tempat ber-“komuni” dan berinteraksi. Kemudian, dalam aspek ekonomi rumah sebagai tempat produksi dan konsumsi. Sementara itu, dalam aspek ritual rumah sebagai tempat menjalankan aktivitas ritual individu maupun komunitas. Sehingga, rumah dipahami sebagai perpanjangan dari tubuh kita, tempat perlindungan dan wilayah psikologis yang paling berharga.


Peran arsitektur dalam hal ini adalah untuk membangun kesadaran tentang bangunan yang tepat guna tinggal kawasan rawan bencana sudah menjadi kebutuhan. Kemudian, dibutuhkan sumber yang mampu menjembatani pengetahuan teknis tersebut dengan “bahasa” masyarakat umum. Arsitektur dipahami sebagai ilmu yang “menjembatani” dari berbagai disiplin ilmu lainnya. Maka, dibutuhkan pendampingan yang tepat, intensif, serta dukungan teknis yang memadai.


Tidak hanya itu, isu lingkungan dan sosial menjadi aspek yang penting dan perlu dikelola secara optimal dalam membangun kembali permukiman baru pasca bencana dengan lebing baik. Oleh karena itu, perlu ada personil yang diberi tugas untuk mengelola isu-isu tersebut. Sehingga, dalam mengelola dana bantuan dan menyalurkan ke kelompok masyarakat sasaran perlu pengaturan yang kompleks.


Kuliah umum yang kurang lebih dihadiri oleh 60 peserta ini dilaksanakan melalui platform Zoom mulai pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, dan disiarkan secara langsung untuk publik melalui kanal Youtube Pascasarjana UAJY.